The End – My Life (2023)

About project

 

30 Tahun The End: Kebanggaan dan Konsisten Berideologi

Tidak banyak grup musik yang bisa bertahan selama 30 tahun di tanah air, apalagi konsisten di jalur punk yang cenderung lebih “sepi” dan jauh dari glamor. Namun, bermodalkan keyakinan atas ideologi yang dipegang dan kecintaan atas komunitas yang membesarkan mereka, band asal Jakarta, The End berhasil melakukan ini secara nyata. Single terbaru “My Life” adalah deklarasi rasa bangga akan konsistensi mereka selama tiga dekade ini.

“‘My Life’ menceritakan Utay [vokalis/gitaris dan pendiri The End] yang menjalani hidupnya sebagai skinhead selama 30 tahun. Ketika semua orang sudah menjalani fase hidup yang lain, dia tetap di jalurnya, nah ekspresi kebanggaan ini yang ingin diceritakan di lagu,” ujar drummer Imam yang juga adik kandung Utay. 


Telah melalui beberapa pergantian formasi dan sound, dan juga lika-liku kehidupan domestik, Utay mengatakan bahwa nilai-nilai yang dipegang band ini tidak pernah berubah. 

 

“Awal bikin The End itu untuk have fun sama temen-temen dan have a say, menyuarakan protes dan keresahan-keresahan yang ada di sekitar kita. Gak ada yang berubah dari dulu sampe sekarang,” jelas Utay. 


Didirikan pada 1993 sebagai band sekolah, The End terinspirasi oleh band-band oi! dan street punk dari Inggris dan AS seperti Blitz, Sham 69 dan Urban Riot. Pada 1998 mereka merilis Made In Indonesia, sebuah album yang dianggap legendaris dan segar di masanya berkat sound gitar yang unik, bersih tanpa distorsi.

The End pun beberapa kali didaulat menjadi pembuka untuk banyak gig band-band punk/hardcore legendaris seperti The Oppressed, The Exploited, Agnostic Front, Booze & Glory dan masih banyak lagi.

Kini, The End mengusung sound yang lebih modern dengan formasi baru sebagai kuintet dan ingin mengajakmu merayakan perjalanan mereka. Selain single terbaru “My Life”, mereka juga mengadakan perhelatan 30 tahun anniversary berisikan live performance spesial dari The End dan kawan-kawan, diramaikan juga dengan pameran foto-foto, artwork, poster dan berbagai memorabilia penanda kiprah mereka sebagai band. 

 

“Ini adalah sebuah legacy buat generasi-generasi skinhead di Indonesia, dan buat Warriors Jakarta, komunitas yang menjadi rumah The End selama ini,” tambah Imam.

Tapi di luar itu semua, konsistensi dan umur panjang The End juga punya makna personal bagi anggotanya. 

 

“Ini means a lot buat gue. Udah menjalani ini hampir setengah hidup gue, dan masih bertahan sampe sekarang dan masih mau berkarya lagi. Itu sesuatu yang membanggakan,” tutur Utay.

 

The End – My Life

 

Adhitya Murti (Vocal Guitar)

Aditya Indra Prasetya (Guitar)

Indra Parama (Bass)

Imam Agnianto (Drums)

Rastiaka Dwarasurya (Guitar)

 

Cover Art by Heston Ristova 

Colored and Layout by Purnawan Ariyanto

 

Vocal & Instrument Tracking Taken @ Goss Studio by Delon

Mixing & Mastered by Pandu Fuzztoni

Executive Producer by Nina Silvana

 

Music by Adhitya Murti & Imam Agnianto

Lyric by Dina Indrasafitri

Photo by Kartika Dirgantara

Backing vocals by

– Dwaraditra

– Daniel Sukoco

– Wiro Sentimental Moods

– Dessac Ibrahim

– Genta Keotik

 

Warriors Records & Smartest bomb records

Jakarta – ID

2023

 

Phonographic Copyright (p) – Warriors Records

Copyright (c) – Warriors Records

Credits

Released December 14, 2023

 

Link:

Instagram: https://www.instagram.com/theend_jkt/ 

Spotify: https://open.spotify.com/album/6OTLDQDotcRGSthG9lOkiZ?si=ZWokdyw8RGKRunfCHN_1pw 

 

Lyrics: 

 

It’s been 30 years, what do I have got?

Some may say I’m a damn fool,

Become a man, who may have not,

And deny what they made to, to be rules.

 

I’ve survived, and haven’t seen,

My friends go down and leave,

Heroes they may have been,

But my life is mine to live.

 

With boots on my feet, look what I’ve got now,

Thinking of friends to meet, I have so much to be proud of.

 

‘Cause I’m a man with my dreams,

Though they may seem so strong,

My life may be ripped at the seams,

But the scars still cherish this day.

 

Oi! My friend, today I shall walk,

With the same pride I haven’t had so long,

Maybe I can’t stop the turning of the clock,

But I know it’s the place where I belong.

 

With boots on my feet, look what I have got now,

Thinking of friends to meet, I have so much to be proud of.

 

Project details

  • Category
    BAND
  • Date
    March 1, 2024
  • Client